Beranda / Informasi / Potensi Desa
Kaya Dari Pepaya? Mengapa Tidak!
Rabu 10 Mei 2017

Teras – Berbisnis buah Pepaya California memang banyak keuntungan yang dapat kita peroleh. Pepaya California mudahnya dalam proses pembudidayaan, pemasarannya pun juga tidak sulit.

Di Boyolali banyak terdapat perkebunan Pepaya California yang digarap oleh petani setempat, salah satunya ialah milik Suratno, lelaki berusia lima puluh satu yang bertempat tinggal di Dukuh Tegalrejo RT 5 RW 2, Teras.

Suratno mengawali perkebunan pepaya calina saat dirinya tergabung dalam kelompok Tani Mudi Mulyo 2 mendapat hibah bantuan bibit pepaya dari Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali pada 2016 yang lalu. Awalnya bibit pepaya tersebut ditaruh di dalam polybag karena baru memiliki tinggi sekitar 15 cm.

“Saat itu setiap kelompok tani mendapat bantuan bibit dari dinas (Dinas Pertanian), kurang lebih 300 bibit. Saya memutuskan untuk menanam bibit papaya dengan menyewa lahan milik warga seluas 1800 m dengan sewa seharga tiga juta lima ratus ribu rupiah pertahun,’’ Ujar Ratno, panggilan akrabnya.

Dalam waktu lima bulan menggeluti usaha perkebunan papaya, dirinya telah memanen papaya sebanyak dua kali dengan bobot mencapai 500 kilogram. Hasil panenan tersebut dibawa ke pengepul yang kemudian dijual kembali  ke Pasar Asem Legi, Randusari, Teras. Harga pepaya Calina setiap kilogram berkisar di harga seribu lima ratus hingga dua ribu rupiah.

Menanam pepaya calina tidak terlalu membutuhkan proses yang begitu rumit dan tidak memerlukan banyak airdengan tingkat produktivitas yang cepat dan dapat ditanam di berbagai jenis lahan. Ranto hanya menanam bibit pepaya di tanah yang telah dibajak dengan jarak masing bibit 2,5 meter. Pupuk kandang dapat digunakan selama proses pemupukan selama masa tanam. Dalam hitungan kasar menurut Ranto, dirinya hanya membutuhkan modal sekitar delapan ratus ribu rupiah untuk membeli berbagai jenis pupuk seperti pupuk ZA,SP36 dan NPK.

Keunggulan Pepaya Calina milik Suratno adalah daging buahnya yang tebal, rasanya yang manis serta daya simpan yang lebih lama sehingga tidak mudah busuk. Selain itu perawatannya cukup mudah. Kendala yang dihadapi Suratno dalam berkebun Pepaya Kalina tidak stabilnya harga papaya di pasar dan munculnya hama kutu putihyang menempel pada kulit luar pepaya. Jika muncul hama kutu putih maka dibersihkan secara manual dengan kayu atau tangandan disemprot dengan pestisida yang dicampur dengan satu sendok obat pencuci piring

Suratno berharap agar Pepaya Calina miliknya dapat berbuah lebat dan pemasarannya lancar. Suranto juga berharap bantuan pupuk dari pemerintah, mengingat mahalnya harga pupuk di pasaran sehingga Suranto dapat mencapai hasil panen sampai 1 ton.

Jika ada masyarakat yang ingin membeli Pepaya Calina milik Bapak Suratno, bisa menghubungi beliau di nomor 085647250306.

Potensi Desa Lainnya