Beranda / Profil Desa / Demografi Penduduk
Demografi Penduduk

Kondisi Demografis dan Monografi Desa Teras

Perkembangan Kabupaten Boyolali dalam lima tahun terakhir telah menunjukkan perubahan yang signifikan dan dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat Boyolali. Keberadaannya saat ini tentunya membuat bangga bagi seluruh warga Boyolali, sehingga tidak merasa malu jika ditanya asal atau domisili oleh orang lain.

Desa Teras merupakan salah satu dari 13 Desa yang ada di wilayah Kecamatan Teras terletak di Ibu Kota kecamatan. Desa Teras berbatasan langsung dengan Sebelah utara Desa Mojolegi Kecamatan Teras, Desa Bangsalan di Sebelah Selatan, Di Sebelah timur berbatasan Desa Bendan kecamatan Banyudono, di Sebelah Barat dengan Desa Randusari kecamatan Teras.

Desa Teras berjarak 1 kilometer dari pusat pemerintahan kecamatan dan 7 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten. Jarak pusat pemerintahan Desa Teras dengan Semarang sebagai ibu kota Provinsi berjarak 60 kilometer yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam perjalanan darat dan 500 kilometer dari pusat pemerintahan negara.

Desa Teras memiliki luas sebesar 3.479.967 Ha yang terdiri dari Tanah sawah dengan menggunakan irigasi teknis  seluas 58.900 Ha, Tanah tegalan seluas 17.3748 Ha, Tanah perkantoran seluas 7000Ha, dan 9000 Ha untuk lahan prasarana umum dan 1,9200Ha untuk pemakaman.

Kependudukan dan Ketenagakerjaan

Jumlah penduduk Desa Teras berdasarkan buku Kecamatan Teras dalam Angka  sebanyak 5419 jiwa terdiri dari laki-laki sejumlah 2.698 jiwa dan Perempuan  2.721 jiwa.

Desa Teras sebagai salah satu desa yang berada pada Kecamatan Teras dan tidak terlalu jauh dari poros jalan utama Solo-Semarang ini memiliki luas wilayah sebesar 3,3410 Ha. Desa Teras secara administratif memiliki 4 kawasan dusun yang terbagi menjadi 4 wilayah RW dan 30 RT, berdasarkan sensus terakhir jumlah penduduk mencapai 5419 orang. Secara lebih detail berikut rincian penduduk Teras berdasarkan jenis pekerjaan:

Petani Pemilik Tanah

224

Petani Penggarap Tanah

160

Petani Penggarap/Penyekap

100

Buruh Tani

200

Pengrajin/Industri Kecil

124

Buruh Industri

350

Buruh Bangunan

500

Pedagang

200

Pengangkutan

58

Pegawai Negeri Sipil

100

ABRI

5


Topografi dan Pertanian

Kondisi Topografi Desa Teras yang dibagi menjadi 4 (empat) Wilayah Kadus yang terdiri dari 30 (tiga puluh) Dukuh. Adapun pembagian wilayah tersebut sebagai berikut:

a) Kadus I Teras RT 123 ,Tegalan Rt 45 dan Rogomulyo
b) Kadus II Gupit,Rejosari,Tegalan,Perumnas 1,2 dan
c) Kadus III Sidomulyo, Maluan ,Deresan ,Banjarsari, Kantil
d) Kadus IV Karangmojo RT 12345 dan Nglarangan RT 6,7


Desa Teras memiliki jenis tanah yang pada umumnya termasuk jenis ALUVIAL, jenis tanah ini cukup sesuai untuk kegiatan pertanian namun cukup labil, sehingga mengakibatkan banyak jalan di Desa Teras yang cepat rusak.

Desa Teras memliki karakteristik lingkungan berupa dataran rendah dengan lingkungan basah dan kering. Karakter lingkungan wilayah ini mempengaruhi jenis usaha pertanian tanaman pangan, dengan pengembangan pada lingkungan:

Tanah Basah: Upaya pengembangan usaha pertanian yang betul-betul modern dengan mengembangkan penggunaan pupuk organik, sehingga Desa Teras mampu memberikan kontribusi terhadap Negara dalam swadaya beras secara nasional.

Tanah Kering: Sangat cocok untuk pengembangan pertanian tanaman pangan lahan kering, khususnya palawija.

Sedangkan untuk permasalahan lingkungan hidup yang cukup mencolok yaitu dengan keberadaan peternakan ayam potong (Broiler) dan pengembangan peternakan lembu atau kambing, yang lokasinya sebagian sangat dekat dengan lokasi pemukiman penduduk. Walaupun selama ini masalah pengaruh polusi (bau) dan lalat masih terkendali, namun yang perlu perhatian khusus dalam pengendaliannya sehingga benar-benar tidak akan mengganggu masyarakat dan lingkungan sehingga semuanya bias tertangani dengan baik.

Kawasan Rawan Bencana

Desa Teras pada prinsipnya tidak termasuk dalam peta wilayah rawan bencana di Kecamatan Teras. Tanah di Desa Teras tergolong  datar sehingga tidak sering longsor.

Hidrologi

Kondisi Hidrologi Desa Teras Rata rata curah hujan sekitar 2500 m/ th hedrologi terdapat potensi kekayaan sumber alam.

Kondisi Sosial Budaya

Pola sosial yang sekarang berkembang diwilayah Desa Terasadalah kehidupan masyarakat pedesaan. Dalam struktur ini, budaya dan nilai-nilai tradisi masih terjaga. Masyarakat diwilayah Desa Teras mempunyai sifat untuk bergotong-royong dan kesetia kawanan yang tinggi. Disamping masyarakat yang dikenal mempunyai kesetiaan, loyal kepada pimpinan baik ditingkat RT, RW, Desa ataupun sampai komunitas tingkat Nasional. Sifat dan jiwa semacam itu merupakan bagian peran serta masyarakat dalam pembangunan sehingga hal ini sebagai modal yang besar bagi efisiensi dan produktifitas yang lebih terarah, terencana dan terpadu untuk bersama-sama dalam pelaksanaan pembangunan disegala bidang diwilayah Desa teras

Aspek pemberdayaan masyarakat (Community Empowering ), khususnya masyarakat lokal harus menjadi prioritas dalam pengembangan sosial budaya masyarakat. Proses Pemberdayaan Masyarakat yang utama adalah mengembangkan dan mempertahankan setiap partisipatif masyarakat dalam proses pembangunan. Artinya dalam proses pembangunan ada perubahan stakeholder (pihak yang berkepentingan) dimana aktor utama pembangunan dulunya pemerintah, dan sekarang dikembangkan yang menjadi aktor utama pembangunan adalah masyarakat. Pemerintah harus menjadi fasilitator bagi lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan yang ada.

PEREKONOMIAN DESA

1. Statistik Perekonomian Desa

Pertumbuhan Ekonomi Desa Teras Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali pada prinsipnya selalu meningkat atau naik. Hal ini terdorong akan adanya program-program pemerintah yang selalu mengedepankan (program pro rakyat kecil) yakni diantaranya program operasi pasar beras (raskin), Askeskin, Bantuan Langsung Tunai (BLT), bantuan untuk pemugaran rumah dari KK miskin dan sebagainya, sehingga mampu menurunkan angka kemiskinan didaerah pedesaan khususnya untuk Desa Teras

2.Pajak dan Retribusi

Pajak dan retribusi di Desa Teras sangat membantu dalam penyelesaian program Pembangunan Pemerintah Desa yakni dalam mendukung Penerimaan APBDes pada setiap tahunnya. Diharapkan Pemerintah bisa menambah prosentasi pemberian dana tersebut, mengingat kebutuhan Desa selalu meningkat pada setiap tahunnya.